Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang Bunuh Pasiennya Pakai Racun Potas, Mengaku Kesal Ditagih Rp5 Miliar

Berita kriminal

Seorang pria yang mengaku sebagai dukun pengganda uang berinisial TH alias Mbah Slamet ditangkap polisi karena membunuh belasan orang yang menjadi pasiennya. Dari belasan korban yang dihabisi nyawanya oleh Mbah Slamet, salah satunya greatamericancomputer.com adalah pasien berinisial PO (53), warga Sukabumi, Jawa Barat. Usai membunuh PO, pekerjaan Mbah Slamet sebagai dukun pengganda uang harus berakhir.

Ia ditangkap Polres Banjarnegara atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap para pasiennya. Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto, mengatakan pihaknya telah memeriksa Mbah Slamet setelah melakukan penangkapan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Hendri, Mbah Slamet mengaku membunuh PO karena kesal ditagih uang hasil penggandaan.

Adapun Mbah Slamet diketahui menjanjikan kepada korban PO akan melipatgandakan uang Rp70 juta yang disetorkan korban menjadi Rp5 miliar. Karena kesal ditagih terus-menerus oleh PO, kata Hendri, Mbah Slamet akhirnya memutuskan untuk membunuh korban. Caranya, dengan meracuni korban.

“Korban PO dibunuh oleh Mbah Slamet dengan cara diberi minuman yang telah dicampur potas (Potassium sianida),” kata Hendri dalam konferensi persnya pada Senin (3/4/2023). Lebih lanjut, Hendri mengungkapkan kasus pembunuhan berencana oleh dukun pengganda uang ini terbongkar berkat laporan keluarga PO. Kronologinya berawal ketika anak dari PO berinisial GE melapor ke polisi pada 27 Maret 2023 karena orang tuanya tak kunjung kembali saat bertamu ke rumah Mbah Slamet. Laporan GE ke polisi itu, kata Hendri, dilakukan atas dasar pesan WhatsApp yang dikirimkan korban PO kepada adik GE berinisial SL pada 24 Maret 2023.Dalam pesan singkatnya kepada sang anak SL, PO mengabarkan sedang berada di rumah Mbah Slamet, dukun pengganda uang.

Kemudian, PO mengirim pesan lagi, jika sampai pada hari Minggu (26/3/2023) tidak pulang, SL dan GE diminta datang ke rumah Mbah Slamet, namun dengan membawa aparat kepolisian. Setelah mendapat laporan dari GE itulah, pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Banjarnegara segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menemukan jasad korban PO yang dikubur di jalan setapak menuju hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, pada Sabtu (1/4/2023). Sementara itu, Kasatreskrim Polres Banjarnegara, AKP Bintoro Thio Pratama, mengatakan para korban yang dihabisi oleh Mbah Slamet dikubur di sebuah perkebunan yang berada di Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah relawan, sebanyak 10 mayat berhasil dievakuasi saat penggalian yang dilakukan pada Senin (3/4/2023). Bahkan, kata Bintoro, beberapa korban di antaranya dikubur oleh pelaku dalam satu liang lahad. Setelah dievakuasi dari lokasi penguburan, mayat-mayat tersebut langsung dibawa ke RSUD Hj Lasmanah Banjarnegara untuk dilakukan identifikasi. Namun demikian, Bintoro menambahkan, pihaknya kembali melakukan penggalian di sekitar lokasi penemuan korban pertama yang dikubur di lahan milik pelaku.”Namun kami belum bisa pastikan jumlahnya (jumlah mayat yang dievakuasi),” kata Bintoro.

Mbah Slamet mengaku mengeksekusi 12 pasiennya di sebuah lahan perkebunan milik orang tuanya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya. Proses eksekusi korban, kata Mbah Slamet, dilakukan pada malam hari. Namun, biasanya Mbah Slamet bersama pasiennya yang menjadi target pembunuhan sudah pergi ke tempat eksekusi itu pada sore hari. Sesampainya di tempat kejadian perkara atau TKP, Mbah Slamet berbincang-bincang dengan para korbannya. Barulah setelah malam tiba, Mbah Slamet melancarkan modusnya untuk membunuh korban. Caranya, dengan mengadakan ritual terlebih dahulu sebagai bagian dari upaya penggandaan uang yang ternyata palsu. Dalam ritual itu, Mbah Slamet memberikan minuman kepada para korbannya. Minuman yang diberikan tersangka itu ternyata mengandung racun potas dan obat penenang.

“Berangkat biasanya pukul 16.00 WIB. Ritual sekitar satu jam, cuma ngobrol di sini. Setelah agak malam, baru disuruh minum (yang telah dicampur potas),” kata Mbah Slamet Setelah meminumnya, Mbah Slamet menuturkan, korban akan tewas hanya dalam waktu lima menit. Setelah memastikan korban meninggal, Slamet lantas menguburnya.

Baca juga: https://www.valicarrental.com/cerita-mengerikan-di-balik-kastil-kematian-dokter-holmes/

Back To Top
error: Content is protected !!