Rekomendasi Film Horor Terbaik Di Indonesia

Rekomendasi Film Horor Terbaik Di Indonesia

Film horor Indonesia termasuk tak kalah bagus bersama dengan film luar.

Indonesia miliki banyak sekali sutradara handal dan ternama yang membuahkan banyak film bagus. Berbagai genre login rajazeus menjadi berasal dari komedi, drama, hingga horor sudah banyak diproduksi di Indonesia. Terutama untuk film-film horor, yang banyak digemari masyarakat.

Selain dikarenakan cerita yang menarik, ketegangan yang dibuat di dalam film termasuk menarik perhatian fans film horor. Film horor Indonesia termasuk tak kalah bagus bersama dengan film luar. Beberapa film Indonesia apalagi hingga diputar di berbagai negara lain. Apa saja film-film horor Indonesia yang paling seram dan menantang? Temukan jawabannya berikut ini ya.

1. Sunyi (2019)

Pemeran: Angga Yunanda (Alex), Amanda Rawles (Maggie), Teuku Rizky (Fachri), Aya Vasco (Andre), dan Naomi Paulinda (Erika)
Film Sunyi merupakan sebuah adaptasi dari film horor Korea berjudul Whispering Corridors (1998). Jalan cerita yang diambil alih oleh sang sutradara, yaitu Alwi Suryadi ini bercerita perihal senioritas dan perundungan di sebuah sekolah ternama. Sunyi berdurasi 91 menit dan diproduksi oleh MD Pictures.

Film ini bercerita perihal Alex, yang jadi siswa baru di SMA Abdi Bangsa. Sekolah selanjutnya sangatlah terkenal, dan memiliki reputasi yang bagus sebagai sekolah favorit. Banyak orang-orang hebat yang merupakan alumni dari sana.

Sayangnya, Alex tidak terasa suka ataupun bangga bisa masuk ke sekolah tersebut. Tradisi senioritas ternyata masih terlampau kental diterapkan di sana. Tradisi memperbudak siswa kelas 1 masih tetap berlangsung. Bahkan, siswa kelas 1 dilarang memanfaatkan perpustakaan, toilet, ataupun kantin.

Alex sebagai siswa baru pun terasa frustasi bersama dengan formalitas tersebut. Ia hingga menuangkan keresahan selanjutnya didalam sebuah komik. Namun rasa frustasi Alex sedikit mereda sehabis berteman bersama dengan siswi kelas 1 lainnya yang bernama Maggie. Ia tertarik bersama dengan Maggie, namun sayangnya, kakak-kakak tingkat selalu mengganggu waktu ia berdua dengannya.

Sampai suatu ketika, tiga kakak kelasnya yang bernama Andre, Erika, dan Fachri sadar bahwa Alex adalah anak paranormal. Ia dikerjai mereka untuk lakukan ritual pemanggilan roh di sekolah Gedung sekolah itu memang terkenal angker, karena banyak penghuninya. Cerita hantu yang paling terkenal adalah terdapatnya tiga orang hantu yang merupakan siswa korban perundungan. Benar saja, sehabis ritual tersebut, Alex selalu diganggu oleh ketiga hantunya.

Namun tak lama setelahnya, Erika dan Fachri meninggal secara misterius. Andre pun curiga bahwa ada jalinan kematian ke dua sahabatnya bersama dengan ritual yang dilakukan Alex. Tapi ternyata keraguan selanjutnya tidaklah tepat, karena yang membunuh Fachri dan Erika bukanlah Alex atau hantu sekolah, namun Maggie, orang yang dikagumi oleh Andre.

Untuk sadar alasan pembunuhan tersebut, silakan tonton segera filmya. Begitulah kisah film horor Sunyi, yang memiliki kronologis tidak serupa bersama dengan Whispering Corridors meski merupakan film adaptasi.

2. Pengabdi Setan (2017)

Pemeran: Tara Basro, Ayu Laksmi, Muzakki, Asmara Abigail, dan Fachri Albar

Film horor Indonesia terseram ke dua adalah Pengabdi Setan yang rilis terhadap 28 September 2017. Film ini memiliki rating yang tinggi. Bahkan sempat jadi film terlaris di box office Indonesia. Dalam ajang Festival Film Indonesia tahun 2017, Pengabdi Setan meraih tiga nominasi, yaitu Film terbaik, Sutradara terbaik, dan Skenario adaptasi terbaik.

Film ini bercerita perihal keluarga Rini yang selalu meraih teror sehabis kematian sang ibu. Rini beserta suami dan keempat orang anaknya ganti ke desa, tempat ibunya karena sang ibu sakit sepanjang tiga setengah tahun. Ia ganti ke desa sehabis rumahnya dijual untuk mengobati sang ibu. Hingga terhadap suatu hari ibunya selanjutnya meninggal dunia.

Setelah kepergian ibunya, Rini pun mencari pekerjaan. Baru sehabis itu, teror satu per satu dimulai. Setiap hari selalu ada perihal yang ganjal. Sampai sosok hantu mirip sang ibu keluar di tempat tinggal dan menghantui seluruh anggota keluarga di rumah, juga anak-anak Rini. Kejadian yang tetap berulang membuat Rini penasaran. Hingga terhadap pada akhirnya ia menemukan fakta perihal era lalu sang ibu.

Dulu, ibunya dulu membuat perjanjian hitam bersama dengan roh jahat. Hal itu dilakukan karena sang ibu dan suaminya tak kunjung dikaruniai keturunan. Hingga sehabis perjanjian tersebut, lahirlah Rini. Namun hingga sehabis ibunya meninggal, konsekuensi atas perjanjian selanjutnya membuat Rini dan keluarganya harus terima teror setiap hari. Teror itu pun berpotensi mengancam nyawa Rini dan anak-anaknya.

Itulah sinopsis dari Pengabdi Setan yang jadi film terlaris tahun 2017 lalu juga merupakan remake dari film berjudul mirip tahun 1980. Meski begitu, pembuatannya tak tanggung-tanggung. Hingga menorehkan banyak penghargaan di ajang festival film indonesia tahun 2017 lalu. Untuk merasakan kengerian dan ketegangan yang dibuat oleh petunjuk sutradara Joko Anwar didalam film horor ini, Anda bisa melihatnya secara langsung.

3. Perempuan Tanah Jahanam (2019)

Pemeran: Tara Basro, Asmara Abigail, Christine Hakim, dan Ario Bayu

Film horor Indonesia terseram selanjutnya yaitu Perempuan Tanah Jahanam. Film yang juga disutradarai oleh Joko Anwar ini juga terlampau laris, bahkan hingga ke mancanegara. Film ini bercerita perihal dua orang sahabat, yaitu Maya dan Dini. Mereka sama-sama bekerja sebagai penjaga gerbang tol. Keduanya jadi saudara lantaran tak membawa barang siapa lagi, juga orang tua.

Mereka berdua selalu coba bertahan hidup di sedang kekurangan dan keterbatasan. Kegagalan demi kegagalan didalam menjalankan usaha juga selalu menghampiri. Hingga suatu ketika terjadi penyerangan di gerbang tol.

Dan sejak waktu itu, kisah hidup keduanya pun dimulai. Maya meraih sebuah informasi bahwa ia memiliki warisan yang ditinggalkan keluarganya di sebuah desa. Ia bersama dengan bersama dengan Dini yang sudah jemu hidup didalam kekurangan pun coba peruntungan bersama dengan mencari harta tersebut.

Mereka mendatangi sebuah desa yang jadi tempat warisan orang tua Maya berada, yaitu Desa Harjosari. Namun sesampainya di sana, mereka hanya menemukan tempat tinggal besar yang kosong, juga keluar menyeramkan. Desa selanjutnya juga keluar aneh, di sepanjang jalur banyak ditemui nisan atau kuburan anak-anak. Warga desa setempat juga memperlihatkan ketidaksenangan bersama dengan Kedatangan keduanya.

Hingga terhadap suatu hari, Dini yang sedang ditinggalkan oleh Maya mencari makan, didatangi oleh warga setempat, suruhan Ki Saptadi. Mereka bicara bahwa tempat tinggal selanjutnya merupakan milik Rahayu, yang jadi pewaris.

Tanpa berpikir panjang, Dini pun mengaku-aku sebagai Rahayu. Sayangnya, ia sesudah itu tambah dijebak dan dibunuh bersama dengan kejam oleh ibu Ki Saptadi (Nyi Misni). Dini yang dikira Rahayu disembelih, lalu tubuhnya dikuliti. Hal itu dilakukan sebagai sebuah ritual untuk menghalau kutukan terhadap desa Harjosari.

Kutukan yang dialami desa Harjosari diceritakan kepada Maya, Rahayu yang asli oleh seorang pemilik warung makan. Ia bercerita bahwa tempat tinggal yang didatangi Maya adalah tempat tinggal Donowongso, seorang dalang dan juragan yang anaknya terlahir tanpa kulit. Maka demi kesembuhan anaknya, ia lakukan perjanjian bersama dengan iblis.

Donowongso pun mengikutinya, bersama dengan langkah membunuh anak kecil, mengulitinya, dan menjadikannya sebagai pertunjukan wayang. Sejak waktu itulah, anaknya bisa sembuh. Namun bersama dengan konsekuensi, seluruh anak yang lahir di desa Harjosari lahir tanpa kulit.

Lalu ada rahasia lain, bahwa ternyata, istri Donowongso selingkuh bersama dengan Ki Saptadi. Jadi anak yang dikira merupakan anak Donowongso ternyata anak Ki Saptadi. Maya yang mendengar perihal itu pun saat itu juga segera marah.

Ia pada akhirnya pulang dan mencari Dini. Namun sayangnya, Dini sudah meninggal. Setelah itu Maya sadar bahwa Dini mengaku sebagai Rahayu agar jadi incaran mereka. Lalu bagaimana Maya bisa keluar bersama dengan selamat dari desa tersebut? Maka dari itu, terkecuali dambakan merasakan kengerian film ini, tonton filmnya ya.

Back To Top
error: Content is protected !!