Cerita dan Riwayat Mengerikan dari Milwaukee Monster, Jeffrey Dahmer

Cerita dan Riwayat Mengerikan dari Milwaukee Monster, Jeffrey Dahmer

Jeffrey Dahmer merupakan pembunuh berantai yang kisah hidup https://kejarittu.com/ dan kekejiannya menghabiskan korban diangkat menjadi beberapa serial dan film. Terbaru adalah Dahmer – Monster: The Jeffrey Dahmer Story.

Bernama lengkap Jeffrey Lionel Dahmer, ia dikenal sebagai pembunuh berantai dan pelaku pelecehan seksual sebelum akhirnya tewas dipukul tahanan lain di Portage, Wisconsin.
Tak hanya itu, semasa hidupnya, Dahmer juga dijuluki sebagai Milwaukee Cannibal atau Milwaukee Monster akibat kebengisannya.

Julukan itu diambil dari tempat kelahiran Dahmer, yakni Milwaukee. Ia lahir pada 21 Mei 1960 dari pasangan Lionel dan Joyce Dahmer. Lionel merupakan ahli penelitian kimia, sementara Joyce adalah pelatih mesin teletype.

Berdasarkan sejumlah sumber dan pemberitaan, Dahmer ketika masih kecil dikenal sebagai anak yang begitu ceria dan penuh energi.

Namun semua itu berubah setelah menjalani operasi double hernia, kemudian merasa diabaikan orang tuanya. Keluarganya yang kerap berpindah-pindah rumah hingga kelahiran sang adik juga disebut memengaruhi Dahmer.

Sejak usia dini, Dahmer sudah sangat tertarik dengan hewan-hewan mati. Semua itu bermula ketika ia menyaksikan sang ayah mengeluarkan tulang dari bangkai hewan-hewan.

Menurut sang ayah, Dahmer tertarik dengan suara yang dikeluarkan dari tulang-tulang tersebut. Dahmer juga disebut kerap bertanya seputar itu, seperti pengaruh bleach atau pemutih pada tulang dan cara menyimpan tulang hewan.

Ketika remaja, Dahmer tumbuh sebagai penyendiri. Menurut tulisan Biography, Dahmer mengaku minat atas nekrofilia serta hasrat membunuh muncul saat ia berusia 14 tahun. Nekrofilia merupakan penyakit (kelainan) berupa ketertarikan secara seksual untuk menyetubuhi mayat.

Pada usia itu pula, Dahmer mulai terbiasa minum bir dan alkohol lainnya pada siang hari. Bahkan, ia diam-diam membawa minuman keras ke sekolah dengan menyembunyikannya di dalam jaket.

Korban Pertama Jeffrey Dahmer

Pembunuhan pertama Dahmer terjadi pada 1978 di Ohio. Korban pertama Dahmer adalah laki-laki 18 tahun yang ia bawa ke rumah orang tuanya di Ohio. Laki-laki itu dicekik dan dipukul dengan barbel sebelum dimutilasi dan dimasukkan ke kantong sampah.
“Saya selalu tahu itu salah. Pembunuhan pertama tidak direncanakan,” kata Dahmer kepada Inside Edition pada 1993.

“Saat itu saya baru kembali dari pusat perbelanjaan dan berfantasi mengambil penumpang dan membawanya ke rumah untuk mendominasi dan memegang kendali penuh atas dirinya,” ungkap Dahmer.

“Tak ada satu pun, tidak ada yang tahu kejadian itu lebih dari satu dekade,” kata Dahmer mengenai pembunuhan pertamanya.

Setelah itu, Dahmer tidak membunuh selama bertahun-tahun. Dalam periode itu, ia keluar dari Ohio State University dan masuk militer pada akhir Desember 1978 atas paksaan sang ayah.

Dahmer kemudian ditempatkan di Jerman. Ia juga hanya bergabung dalam militer dalam waktu singkat karena diberhentikan karena masalah minum alkohol berlebihan.

Selama sembilan tahun tak membunuh, Dahmer mengaku tak punya kesempatan untuk melakukan kejahatan itu.

Setelah keluar dari militer, Dahmer kembali ke Ohio bersama orang tuanya pada September 1981. Ia sempat ditangkap karena mabuk-mabukan dan melakukan kekacauan yang membuatnya didenda dan dihukum penjara. Namun hukuman itu ditangguhkan.

Dahmer kemudian dikirim ke rumah neneknya di Milwaukee, Wisconsin. Orang tua Dahmer berharap sang nenek dapat mengubah kebiasaan minum-minum alkohol anak mereka.

Justru, permasalahan makin menjadi setelah ia di sana. Dahmer pernah ditangkap dan didenda karena pamer aurat di Wisconsin State Fair Park pada 1982. Ia ditangkap lagi pada Agustus 1986 karena masturbasi di depan umum. Dahmer pun dihukum satu tahun percobaan dan konseling.

Hingga setahun kemudian, sang ‘monster’ bangkit kembali.

Kebangkitan Sang Monster

Pada September 1987, atau sembilan tahun setelah kejahatan pertama, Dahmer membunuh korban kedua. Kali ini, korbannya adalah laki-laki 24 tahun yang dibawa ke kamar hotel. Kepada polisi, ia mengaku hanya ingat membius korbannya tanpa membunuh.

Padahal, Dahmer sebenarnya membawa korban dari hotel ke rubanah rumah neneknya. Di sana, korban dibunuh, dimutilasi, dan mayatnya dibuang ke tempat sampah kecuali bagian kepala.

Pada Oktober 1987, Dahmer kembali berulah dengan korban adalah laki-laki berusia 14 tahun. Ia menjerat korban dengan iming-iming duit, kemudian membius dan menghabisinya seperti korban kedua.

Baca Juga : Ed Gein, Pembunuh Berantai Keji Ini Tega Membuat Kerajinan Dari Tubuh Korban

Korban keempat Dahmer pada Maret 1988 pun bernasib serupa. Namun kala itu, berbagai berita melaporkan Dahmer melakukan hubungan seks dengan mayat korban sebelum memutilasi.

Hingga pada suatu hari, Dahmer diusir sang nenek karena kerap membawa laki-laki ke rumahnya pada larut malam. Sang nenek juga mengeluh mencium bau busuk dari ruang bawah tanah.

Setelah itu, Dahmer tinggal di apartemen satu kamar dan berupaya beraksi lagi pada September 1988. Namun berujung ia ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak berusia 13 tahun.

Sang korban kala itu dibius dan dianiaya. Namun, anak itu berhasil melarikan diri dan melapor kepada polisi. Dahmer sempat dipenjara satu pekan sebelum dibebaskan dengan jaminan.

Kejahatan Beruntun

Mulai 1989, Jeffrey Dahmer seolah tak terhentikan. Ia membunuh korban kelima hingga ke-17 dalam rentang dua tahun sebelum menjalani persidangan, masuk penjara, dan tewas di tangan tahanan lainnya.
Pada tahun itu, Jeffrey Dahmer mulai menyimpan anggota tubuh sang korban, seperti kepala dan alat kelamin korban kelimanya  di sebuah kotak kayu.

Pada Mei 1989, Dahmer sempat dipenjara satu tahun dengan lima tahun masa percobaan atas kasus penyerangan seksual tingkat dua. Namun ia bebas dua bulan lebih awal.
Selepas dari penjara, Dahmer membunuh orang lagi. Korban keenam kali ini difoto pakai Polaroid. Tengkorak kepala korban juga disimpan bersama dengan korban kelima, sedangkan badannya direbus dan dilarutkan dalam asam.

Usai kejahatan itu, tetangga mengeluhkan aroma tak sedap dari unit Dahmer. Namun Dahmer berdalih dengan kulkas rusak.

Pada Juni 1990, Dahmer kembali membunuh dan korban ketujuh itu sempat disimpan dalam freezer sebelum dibuang.

Dahmer kemudian membunuh dua orang lainnya pada September 1990. Kepala korban kedelapan ia hias dan pajang di apartemennya. Tak hanya itu, bagian tubuhnya juga disimpan untuk ia makan. Sedangkan korban kesembilan seutuhnya ia buang dengan alasan tak tertarik sama sekali.

Pada 1991, ia kembali membunuh dan memakan tubuh korban ke-10. Dahmer mengaku memakan tubuh korban “membuat dirinya merasa korban itu menjadi bagian dirinya.”

Setelah itu, Dahmer mencoba cara baru dalam menyiksa korban ke-11 hingga ke-13. Di antara korban itu yakni Konerak Sinthasomphone yang ikut dibahas dalam Dahmer – Monster: The Jeffrey Dahmer Story.

Namun, Dahmer memilih cara lama ketika membunuh korban ke-14 hingga ke-17. Ia juga menyimpan kepala dan organ tubuh korban-korban lainnya dalam freezer.

Akhir Jeffrey Dahmer

Aksi pembunuhan oleh Dahmer pun terhenti ketika ia hendak melakukan modus serupa kepada Tracey Edwards. Edwards yang berusia 32 tahun sepakat menemani Dahmer di apartemen.

Namun, ketika masuk apartemen, Edwards mencium bau tak sedap dan tumpukan boks hydrochloric acid. Dahmer yang mencium kecurigaan Edwards langsung berusaha memborgol pria itu untuk diambil foto telanjangnya.

Edwards lalu meninju wajah Dahmer dan melarikan diri dan bertemu mobil polisi. Polisi kemudian menyambangi dan memeriksa apartemen Dahmer dan menemukan banyak foto Polaroid bergambar mayat.

Polisi berhasil menggagalkan pelarian diri Dahmer. Saat penggeledahan, polisi menemukan empat kepala di rak paling bawah, kemudian empat kepala di dapur, dua hati manusia di lemari es, tujuh tengkorak di kamar tidur, dan tubuh manusia di lemari es.

Tak hanya itu, mereka juga menemukan organ seksual yang diawetkan, dua kerangka utuh, potongan tangan, dan tiga batang tubuh lainnya terendam asam.

Dalam pemeriksaan, Dahmer mengaku penjara adalah tempat terbaik untuk dirinya. Dia mengaku akan kembali ke cara hidup yang sama dan melakukan hal yang sama apabila dibebaskan dari penjara.

Pada Februari 1992, ia dijatuhi 15 hukuman seumur hidup berturut-turut. Hukuman ke-16 dijatuhkan pada Mei 1992 terkait pembunuhan pada 1978.

Namun, Dahmer hanya berada di penjara dua tahun hingga akhirnya dibunuh oleh sesama narapidana di penjara Wisconsin pada 1994.

Back To Top
error: Content is protected !!