Sinopsis Film Se7en, Pembunuhan Berantai Didasari Seven Deadly Sins

Seven

Seven, atau yang juga ditulis Se7en, merupakan film pembunuh berantai yang terobsesi dengan tujuh dosa utama mematikan (seven deadly sins)

Film yang rilis pada 1995 ini disutradarai David Fincher dan ditulis Andrew Kevin Walker.

Dibintangi Morgan Freeman, Brad Pitt, Kevin Spacey, dan Gwyneth Paltrow, film ini sekarang dapat Anda saksikan di Netflix.

Se7en menceritakan dua orang detektif yang bekerja sama slot gacor hari ini memburu pembunuh berantai bermotif seven deadly sins sebagai modus aksinya.

Seven deadly sins merupakan tujuh dosa yang sering dilakukan manusia, yaitu kerakusan, keserakahan, kemalasan, kemurkaan, kesombongan, nafsu, dan iri.

Kisah dimulai dari detektif William R. Somerset (Morgan Freeman) yang dipasangkan dengan detektif muda David Mills (Brad Pitt).

Penyelidikan pertama dimulai dari seorang pria bertubuh gempal yang mati karena terikat di kursi dan dipaksa makan berbagai makanan sampai perutnya meledak.

Kasus pertama ini merefleksikan ‘kerakusan’.

Kasus tersebut terus berlanjut hingga tiga kasus pertama tidak sempat diselesaikan William dan Mills.

Tidak mau tinggal diam, William dan Mills terus mencari informasi mengenai pembunuh ini.

Beruntung mereka mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari perpustakaan.

Dua detektif ini menemukan nama John Doe (Kevin Spacey) yang terus-terusan mencari buku mengenai seven deadly sins di perpustakaan tersebut.

Tak diduga, kasus pertamanya tak semudah yang dibayangkan.

John Doe yang merupakan pelaku pembunuhan melakukan aksinya berdasarkan seven deadly sins sebagai motifnya.

Satu per satu korban dibunuh dengan cara sadis.

Setiap pembunuhannya, John meninggalkan petunjuk untuk dua detektif tersebut.

Seven (juga ditulis sebagai Se7en) (1995) adalah sebuah film mengenai seorang pembunuh serial yang terobsesi dengan tujuh dosa pokok. Film ini disutradarai oleh David Fincher (filmnya yang kedua) dan ditulis oleh Andrew Kevin Walker yang menerima nominasi Penghargaan BAFTA.

Semua agama mengajarkan konsep pahala dan dosa. Konsep itu ditujukan untuk menekan perbuatan buruk yang mungkin dilakukan manusia dan mengajak manusia untuk berbuat kebaikan. Dengan menjadi manusia yang baik, maka inti dari agama bisa tercapai. Maka dari itu, konsep pahala dan dosa sudah ditanamkan sejak dini agar batasan keduanya dapat dibedakan.

Dalam ajaran Kristiani ada konsep seven deadly sins atau tujuh dosa pokok. Dosa-dosa tersebut dapat mendorong manusia untuk melakukan dosa lainnya. Dalam film Seven, ada seseorang yang berupaya merealisasikan konsep tujuh dosa pokok dengan cara membunuh. Mari kita intip ceritanya melalui sinopsis dan review di bawah ini.

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 1995
  • Genre: Psychological Thriller, Crime
  • Produksi: Cecchi Gori Pictures, Juno Pix
  • Sutradara: David Fincher
  • Pemain: Brad Pitt, Morgan Freeman, Gwyneth Paltrow, John C. McGinley, Kevin Spacey

Letnan William Somerset merupakan seorang detektif yang akan segera memasuki masa pensiun. Dia mendapatkan pasangan baru dalam bertugas di kepolisian yaitu David Mills yang baru saja pindah ke kota tempat Somerset tinggal. Mills kemudian mengenalkan istrinya, Tracy, pada Somerset. Somerset dan Tracy mulai menjalin persahabatan.

Tracy mengatakan pada Somerset bahwa dirinya sedang hamil tapi belum memberi tahu Mills. Alasannya adalah Tracy nggak merasa bahagia berada di kota barunya dan merasa bukan tempat yang tepat untuk membesarkan anak. Somerset memahami kondisi tersebut karena dia dan mantan pacarnya pernah mengalami hal serupa. Dia pun menyarankan agar Tracy memberi tahu Mills tentang kabar kehamilan.

Somerset dan Mills ditugaskan untuk menginvestigasi kasus pembunuhan yang mencoba merealisasikan tujuh dosa pokok. Sudah ada dua korban pembunuhan. Korban pertama adalah seorang pria yang diikat di kursi dan dipaksa makan sampai meninggal. Di dinding ruangan ada tulisan glutony atau kerakusan.

Korban kedua adalah seorang jaksa yang tewas setelah dipaksa memotong daging dari tubuhnya sendiri. Di karpet ruangan ada tulisan greed atau ketamakan. Petunjuk mengenai pembunuh berhasil dikumpulkan dan mengerucut pada pria bernama John Doe. Somerset dan Mills mendatangi apartemen Doe, mereka malah menemukan korban ketiga.

Korban itu merupakan seorang pria pengedar narkoba sekaligus pelaku pelecehan seksual. Mayat itu tengah sekarat dengan tubuh kurus. Sebelum ditanyai Somerset dan Mills, mayat itu mati. Di dinding ruangan ada tulisan sloth atau kemalasan. Somerset dan Mills berusaha keras untuk mengumpulkan bukti-bukti.

Bukti foto dari korban ketiga berhasil dikumpulkan. Dari hasil penyelidikan ternyata ditemukan bahwa pembunuhan itu sudah direncanakan selama setahun lamanya. Somerset dan Mills menemukan bukti baru keadaan Doe. Mereka mendatangi apartemen milik Doe. Doe melarikan diri, Mills mengejarnya tapi terjatuh.

Mills mencari kendaraan untuk mengejar Doe. Upaya Mills digagalkan Doe yang menghantam kepala Mills dengan kunci roda. Doe mengarahkan pistolnya ke arah Mills yang nggak sadarkan diri kemudian melarikan diri. Kepolisian memeriksa apartemen Doe. Setelah dianalisis, Doe ternyata adalah seorang psikopat. Ditemukan juga petunjuk pembunuhan yang akan dilakukan Doe.

Somerset dan Mills mendatangi lokasi prostitusi yang diyakini menjadi tempat Doe mencari korban berikutnya. Sayangnya kedatangan mereka terlambat. Di dalam kamar dengan tulisan lust atau nafsu di pintu, ada mayat perempuan. Mayat itu ternyata seorang PSK yang tewas dibunuh oleh pria yang diancam Doe yang menodongkan pistol untuk memperkosa dan melakukan pembunuhan.

Keesokan harinya, korban kelima ditemukan. Kali ini korbannya adalah seorang model yang wajahnya dimutilasi oleh Joe. Di dinding kamar, tepat di atas kasur ada tulisan pride atau kesombongan. Sang model diberi pilihan untuk hidup dalam keadaan cacat atau bunuh diri dengan menelan pil.

Somerset dan Mills dikejutkan dengan kedatangan Doe yang menyerahkan diri ke kantor polisi. Doe menyatakan akan memberi tahu dua korban lainnya dengan syarat Somerset dan Mills-lah yang mengantarnya ke suatu tempat. Mereka berdua pun mengantar Doe ke tempat antah berantah.

Doe sangat yakin dirinya bisa melengkapi dua dosa pokok lain yang belum ditemukan polisi. Apakah dua dosa Doe yang lain? Mengapa dia bersikeras meminta Somerset dan Mills yang mengantar? Film ini bukan cuma menyajikan kengerian, tapi juga teka-teki yang mengajak kita untuk ikut menebak-nebak.

Chemistry Brad Pitt dan Morgan Freeman

Seven menggunakan formula umum dari film crime yaitu dua detektif. Satu detektif adalah veteran dan satunya lagi kurang berpengalaman. Somerset diperankan oleh Freeman yang tampak nggak kesulitan memperlihatkan sosok detektif yang matang. Sedangkan Mills diperankan oleh Brad Pitt yang bisa tampil emosional dan masih kurang perhitungan.

Baca Juga : https://www.valicarrental.com/ciamik-tampak-sederhana-film-hoax-sebenarnya-penuh-makna/

Back To Top
error: Content is protected !!